Monday, February 25, 2008
fyi,
hasil browsing neh!
Susu Tercemar Bakteri, YLKI Sayangkan Pemerintah LambanMinggu, 24 Februari 2008 - 15:54 wib
Hadi Suprapto - Okezone
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyayangkan lambannya tindak lanjut atas temuan Tim Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang adanya bakteri Enterobacter Sakazakii yang bisa menyebabkan radang otak dalam susu formula anak-anak dan bubur bayi. Padahal, seharusnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) bisa secepatnya menindaklanjuti hasil temuan itu.
"Itu kan penelitian resmi. Jika Badan POM tidak percaya ya harusnya melakukan penelitian sendiri," kata Ketua YLKI Husna Zahir kepada okezone, Minggu (24/2/2008).
Selain itu, katanya, jika penelitian itu menyangkut hajat orang banyak, sementara pemerintah lamban merespons, peneliti bisa melakukan dipublikasikan sendiri kepada masyarakat.
"Memang biasanya kalau belum ramai di media, pemerintah belum merespons," katanya.
Seperti diberitakan, pemerintah baru merespons dengan membentuk tim gabungan kemarin, Sabtu 23 Februari untuk menindaklanjuti hasil temuan tim peneliti IPB ini dengan alasan belum memiliki payung hukum atas kasus itu. Padahal, tim peneliti IPB telah melapor hasil temuan itu sejak tahun 2006, sebelum isu formalin beredar.
Pemerintah Didesak Segera Tarik Susu yang Tercemar Bakteri
Minggu, 24 Februari 2008 - 15:13 wib
Hadi Suprapto - Okezone
JAKARTA - Pemerintah seharusnya segera menarik produk susu formula dan bubur bayi yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii. Pasalnya, konsumen tidak bisa membedakan produk yang tercemar dengan produk yang sempurna.
"Masalah bakteri, konsumen tidak bisa melihatnya. Mereka baru merasakan apabila sudah terkena dampaknya. Oleh sebab itu, lebih baik bahan makanan yang tercemar harus ditarik dari pasaran," kata Ketua YLKI Husna Zahir kepada okezone, Minggu (24/2/2008).
Husna mengatakan, langkah penarikan ini untuk menunggu hasil keputusan langkah yang diambil pemerintah terkait dengan temuan itu. "Sambil menunggu tim gabungan bekerja, pemerintah bisa menarik produk yang tercemar. Sehingga konsumen tidak dirugikan," katanya.
Sekadar diketahui, tim peneliti IPB menemukan adanya bakteri Enterobacter Sakazakii di beberapa susu formula dan bubur bayi. Bakteri ini bisa menyebabkan radang selaput otak. (mbs)
Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Selidiki Susu Beracun
Minggu, 24 Februari 2008 - 12:46 wib
Hadi Suprapto - Okezone
JAKARTA - Temuan bakteri di susu formula bakteri Enterobacter Sakazakii pada susu formula dan bubur bayi baru ditindak lanjuti oleh pemerintah. Pemerintah membantuk tim gabungan untuk mengusut kasus itu.

"Kami, kemarin (Sabtu, 23 Februari) telah melakukan rapat dengan lembaga terkait di Kantor Departemen Pertanian untuk membahas temuan kami," kata Ketua Tim Peneliti Sri Estuningsing, kepada okezone, Minggu (24/2/2008).
Menurutnya, berdasar hasil pertemuan itu diputuskan pembentukan tim gabungan yang berasal dari Departemen Kesehatan, Departemen Pertanian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan tim peneliti IPB yang melakukan penelitian tersebut.
"Nantinya, masing-masing tim akan bekerja sesuai dengan kapasitasnya," tuturnya.
Departemen Kesehatan, misalnya akan meneliti tentang proses pembuatannya. Departemen Pertanian pada bahan dasarnya, dan Badan POM akan melakukan pendekatan kepada produsen. "Setelah tim gabungan ini bekerja, nanti akan menentukan langkah konkretnya," ujar Sri.
(mbs)
Hati-Hati, Ada Bakteri Beracun di Susu Formula!
Minggu, 24 Februari 2008 - 12:20 wib
Hadi Suprapto - Okezone
JAKARTA - Hasil penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya enterobacter sakazakii dalam susu formula anak-anak dan bubur bayi. Bakteri jenis ini bisa menyebabkan radang selaput otak.
Penelitian yang dilakukan dengan 74 sampel susu formula ini memperlihatkan 13,5 persen di antaranya terdapat bakteri beracun, dan tiga dari 46 sampel bubur susu bayi juga tersembuyi bakteri itu.
"Awalnya kami hanya ingin meneliti penyebab diare pada bayi, tapi saya malah kaget dengan ditemukannya Enterobacter Sakazakii, bukan bakteri Escherichia coli yang sering ditemukan itu," kata Ketua Tim Peneliti IPB Sri Estuningsing yang juga seorang ahli susu sapi dan makanan anak, kepada okezone, Minggu (24/2/2008).
Menurut dia, bakteri Enterobacter Sakazakii sangat membahayakan. Selain bisa menyebabkan radang selaput otak, bakteri itu juga bisa menyebabkan radang usus dan peradangan jaringan seluruh tubuh. "Apalagi, susu formula dan bubur bayi banyak diberikan kepada anak usia di bawah satu tahun. Ini sangat membahayakan," katanya.
Penelitian ini dilakukan sejak tahun 2003 dan terus disempurnakan, yang akhirnya dipublikasikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Namun, dengan alasan Badan POM tidak memiliki kewenangan, penelitian baru ditindak lanjuti dalam pertemuan dengan lembaga terkait pada Sabtu 23 Februari kemarin. (mbs)
Bunda_Bee @ 10:14 AM.
